Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

Tamparan Itu



cerpen-cinta

Aku kenal dia karena dikenalkan oleh teman kenalanku. “Namaku Bintang” katanya dengan suara yang datar. “Aku Sunirah,” balasku. Dia gagah, tampan, kharismatik, bodinya atletis. Dari cara bicaranya mencerminkan bahwa dia pria yang cerdas. Dia pria idamanku. Sudah satu minggu aku tidak pernah bertemu dengannya sejak dari perkenalanku yang pertama. Aku kangen.
Hari ini dia janji akan bertemu lagi denganku di tempat ini. Dia bilang, “bawa juga temanmu biar suasana lebih ramai.” Tapi aku tidak membawa temanku karena aku ingin berdua saja dengannya, dan aku akan katakan padanya kalau temanku ada urusan yang tidak bisa ditunda.
Tempat ini sangat sepi, sangat pas untuk berduaan, tetapi sudah satu jam aku duduk di sini, dia belum datang juga. Apa dia lupa dengan janjinya? Sudah enam batang rokok aku hisap, dan segelas bir aku habiskan. Aku gelisah.
Nah… itu dia! Dia tidak mengingkari janji. Dia masih seperti dulu, seperti pertama aku kenal. Kali ini dia mengenakan jeans biru, kaos hitam yang dilapisi dengan kemeja kotak-kotak yang lengannya digulung, sampai kira-kira lima centimeter di bawah siku dan kancing kemeja yang dibiarkan terbuka. Aku tertarik.
“Sudah menunggu lama ya?” Tanyanya dengan suara yang berat . Aku diam saja dan tersenyum tipis.
“ Temanmu mana?”
“ Ada urusan yang tidak bisa ditunda.” Jawabku sesuai dengan rencana.
Lalu dia bercerita panjang lebar tentang keadaan politik dan ekonomi di negara ini. Tampaknya dia khawatir dengan bencana berkepanjangan yang dialami bangsa Indonesia. Aku lebih banyak diam dan hanya sesekali mengomentari. Aku lebih senang menyimak dan memperhatikan dia bicara, aku suka memperhatikan gerak–gerik bibirnya yang mengeluarkan pendapat-pendapatnya tentang keadaan negara ini yang sebenarnya aku tak mengerti, dan aku tidak mau ambil pusing. Aku tak peduli.
Bibirnya bagus. Bibir bawahnya tebal tapi tak terlalu tebal, bentuknya jatuh, tapi tak terlalu jatuh. Bibir atasnya tipis tapi tak terlalu tipis. Warnanya merah, tidak kecil dan tidak lebar. Indah sekali! Aku bayangkan berciuman dengannya, bau mulutnya wangi, dia tidak merokok dan tidak minum alkohol. Dia tidak seperti para lelaki yang sering meniduriku di hotel berbintang dengan kasur yang empuk. Mulut mereka bau rokok dan alkohol. Aku muak! Walaupun aku juga merokok dan minum alkohol. Aku benci mereka! Mereka mengkhianati istri mereka dan anak-anak mereka. Jika bukan karena uang, tidak akan kulayani nafsu setan mereka.
Aku terus memperhatikan dia berbicara, tak ingin sedikit pun melepas pandanganku dari menatap wajahnya, terutama bibirnya. Aku tersenyum, aku geli dengan hasrat yang bergejolak di hatiku. Aku gila.
Sepertinya dia sadar bahwa aku terus memandanginya dan sepertinya dia heran dengan senyumku barusan.
“ Ada apa Nir? Ada yang aneh pada diriku?” Dia bertanya sambil memeriksa penampilannya dan keadaan sekelilingnya kemudian bercermin di meja tempat menaruh minuman kami yang kebetulan terbuat dari kaca. Dia tampak kebingungan. Aku tetap tak melepaskan pandanganku darinya. Aku suka dengan kebingungannya, aku senang mempermainkan hatinya.
Lalu dia memandangku. Aku menggelengkan kepalaku tanda tidak ada yang aneh, lalu aku katakan padanya “ Everything is ok!” Agar dia merasa tenang kembali. Dia tersenyum  lega kemudian menghirup kopi yang sedari tadi tidak pernah disentuhnya.
“ Lalu kenapa? Kenapa pandanganmu seperti itu kepadaku?”
Aku tersenyum dan menjawab tak sepatah kata pun. Lalu kuberanikan diriku untuk mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dekat, semakin dekat, dekat sekali. Harum mulutnya semakin terasa di penciumanku. Hangat nafasnya semakin menggetarkan hasratku. Lalu kudekatkan bibirku ke telinganya. Dekat sekali. Pipi kami bersentuhan dan bibirku menyentuh telinganya, lalu kubisikkan, “Aku ingin berciuman denganmu!”
“Why?” Dia bertanya lagi dengan suara yang tetap tenang dan sopan, sepertinya permintaanku itu biasa saja dan bukan permintaan yang amoral.
Aku menjauhkan mulutku dari telinganya dan kembali kudekatkan wajahku ke wajahnya. Tepat di depan wajahnya, “aku suka kamu.” Kukatakan lirih padanya. Kami terdiam sejenak. Suasana kafe semakin sepi. Aku mendekatkan bibirku ke wajahnya, lalu kubuka mulutku pelan-pelan dan kututup mataku dengan lembut. Aku pasrah! Kutunggu sikapnya, kunanti ciumannya.
“Aku tidak mau!” Ucapnya singkat dengan suara yang datar. Aku tidak menyangka dengan ucapannya itu, aku menjauhkan wajahku dari wajahnya. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan apakah malu ataukah jengkel. Dia angkuh! Dia munafik! Mengapa dia tidak mau, apa dia tidak tertarik padaku. Aku cantik, tubuhku langsing, putih, mulus, bibirku seksi, bahkan aku primadona di sebuah hotel berbintang. Para pria hidung belang rela membayar tarif yang sangat besar untuk tidur denganku. Ah.. dia munafik!
“ Mengapa?” Tanyaku dengan nada jengkel.
“ Aku sudah punya istri dan anak.”
“ Lalu?”
“ Aku tidak ingin mengkhianati istriku dan memberi contoh yang buruk pada anakku.”
“Anak dan istrimu tidak ada di sini, mereka tidak akan bisa melihat kita.”
“ Tapi Tuhan melihat kita.” Jawabnya datar.
Ah…omong kosong dengan jawabannya itu. Aku tak percaya dengan Tuhan. Tuhan tidak pernah ada, Tuhan hanya khayalan manusia yang sok moralis saja.
“Kalau Tuhan memang melihat kita, coba tunjukkan padaku.”
“ Prak…” dia menamparku. Keras! Sakit! Aku semakin marah, ingin kukumpulkan semua kekuatanku untuk melawannya tetapi aku tidak kuasa. Aku ingin menangis, tetapi aku tidak mau , aku tidak boleh kalah.
“ Mengapa, mengapa kamu menamparku? Kamu marah. Kamu tidak bisa menunjukkan padaku Tuhanmu itu, Ha! Ha..ha..ha..” Aku tertawa mengejek, geli sekali rasanya hati ini. Tapi aku sakit, sakit sekali.
“ Bagaimana rasanya? Sakit? Coba tunjukkan padaku mana sakit itu? bagaimana rupa sakit itu?”
Aku diam. Kepalaku tunduk. Aku tidak bisa menatap wajahnya. Aku marah, semakin marah. Aku tak bisa menjawab pertanyaannya itu.
“ Kenapa diam? Kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku. Kamu tidak bisa menunjukkan padaku. Itulah Tuhan, Tuhan tidak bisa dilihat, tapi Dia ada dan hanya bisa dirasakan.”
Bintang pergi setelah memanggil pelayan dan membayar semua pesanan lalu mengucapkan selamat tinggal padaku, dia pergi berlalu meninggalkanku sendiri yang tetap diam dan tunduk tak kuasa untuk mengangkat wajahku. Apa benar yang dikatakannya? Aku bingung, aku tidak tahu. Apa Tuhan bisa dirasakan? Mengapa aku tidak rasakan itu. Kudiam. Lama aku termenung. Tak terasa air mata jatuh membasahi wajahku. Aku gelisah, aku malu, aku takut, takut sekali, sebuah rasa yang pertama kali aku rasakan. Tapi terhadap siapa? Apakah terhadap Bintang, ataukah terhadap Tuhan?

"Antara Kamu Dan Dia"


Indra itulah nama sahabat Stellar yang selalu ada saat suka, maupun duka. Stellar adalah gadis yang cukup cuek. Namun jikalau anda mengenali dia dengan baik, anda akan menemukan seseorang yang baik hati, tidak sombong, tapi jarang menabung.

Sedangkan Indra, dia orang yang sangat baik, bisa di bilang “ganteng”, tajir pula (wah. . T.O.P deh pokok nya). Linda, pacar baru nya Indra. Seperti biasa Indra selalu meminta Stellar untuk menilainya, apakah cocok dengan nya atau tidak.

“Gimana Stell, nih poto nya!”, kata Indra
“Bah. . cantik nya, nemu di mana Ndra?”, balas Stellar sambil tertawa meledek.
“ Nemu?! lu kate apaan?!”, kata Indra sambil membelalakan mata nya.
“ Iya. . iya kidding juga”, balas Stellar
“ Yodah..yodah. . Tapi kasih nilai dulu donk?”, pinta Indra.
“ Ie ie kasian anak mami ntar nangis lagi. Umh. . menurut pengamatan ahli ngawurologi dan ngasalografi nilai saudari Linda adalah 78,56789. Lulus ko ga remed!”, balas Stellar sambil cekikikan
“ Lulus toh, okelah kalau begitu. . “

Baru 3 hari Indra pacaran, dia udah merasa ada yang nggak beres sama Linda. Stellar sebagai sahabat yang baik mulai menyelidiki. Dia mengikuti kemanapun Linda pergi (ke WC!!). Sampai akhirnya Linda sampai ke rumah nya dan terjadi sesuatu yang mengejutkan Stellar sampai hampir terjatuh dari pohon tempat ia mengintai. Dia melihat sesosok lelaki yang tidak asing, membukakan pintu dan tersenyum pada Linda.

“ Aldo?! Gile. . Gue cariin tu cowok ampe gue imut-imut begini akhirnya ketemu juga”, kata Stellar kegirangan.
“ Tapi, Aldo siapa nya Linda?! Kakak nya?! Ato siapa sih?!”, berbagai pertanyaan tentang Aldo melayang- layang di kepala Stellar. Dan berhubung mereka udah masuk ke rumah, Stellar pun pulang dengan penasaran.

Esoknya Stellar menemui adik kelas nya, Angel. Kabarnya sih Angel itu rumah nya deket sama Linda.

“Jel!!”, panggil Stellar dari jauh. Angel reflek menengok, tetapi di kebingungan mencari siapa yang memanggilnya.
“Jel!!!!”, panggil Stellar yang sudah dekat dengan Angel
“Oalah mbak stellar to, ada apa toh mbak? Tumben-tumbenan manggil aku”, sahut Angel.
“ Kamu tetangga nya Linda ya?”, ceplos Stellar
“ Ia mbak, oh iya mbak tau kakak nya Linda gak? Ganteng, keren pokoknya mba. .”
“Busyed ni anak kecil-kecil udah genit , tapi gak papa deh gue kan juga mau tanya tentang ntuh orang ”, kata Stellar dalam hati
“ Iya tah, siapa emang kakak nya?”
“Itu loh kak.. Alumni sekolah ini juga kok. Nama nya Aldo. Mau mbak ? jomblo tuh”, cerocos Angel .
“OW, ntar deh liat situasi dan kondisi. Tuuhh kan mbak lupa mau tanya apa tadi. . Yodah deh kapan-kapan aja lagi, aku balik dulu. BYE” (alibi ,hehe)

Jurus Stellar keluar, hanya perlu 2 minggu Aldo dapat di taklukan. Lagi nyelidikin adiknya ewalah dalah malah dapet kakaknya. Dari Aldo, Stellar mendapatkan banyak informasi tentang Linda.

Sore harinya, Stellar menemui Indra. Tapi sepertinya Indra lagi bad mood. Ngeliat mukanya yang kusut plus abstrak udah langsung ketauan kalo dia lagi bete.

“Ndra!! Gue dapet kabar tentang Linda”, kata Stellar memulai percakapan
“Ah lo Stell, ngagetin aja... Linda? Gue uda putus sama dia. Ternyata dia playgirl”, jawab Indra lemas.
“Udah tau lu Ndra? Ya udah sabar aja ya, tapi jangan lemes gitu dong. Keep Smiling. Ntar cari lagi yang laen. Apa mau gue cariin? By the way, gue jadian sama kakanya Linda, si Aldo “, ucap Stellar
Serentak Indra kaget mendengar ucapan Stellar.
“Apa?! Jahat lo! Katanya mau ngebantuin gue, tapi lo malah pacaran sama kakaknya!”
“ Bukan gitu Ndra, tapi. . .”,

Belum sempat Stellar melanjutkan ucapannya, tiba-tiba Indra meringis kesakitan.

“ Ndra lo kenapa?!”, tanya Stellar bercampur bingung, tetapi tak ada jawaban dari Indra. Yang terdengar hanya rintihan menahan sakit sambil memegangi perut nya. Stellar semakin kawatir. Dengan segera Stellar membawa Indra ke Rumah Sakit.

Keesokan harinya, Stellar mendapat pesan singkat dari kakak perempuan Indra. Suatu yang mengagetkan, karena isinya adalah makian-makian yang menyakitkan hati. Stellar tak mengerti kenapa ia di perlakukan seperti itu. “Apa salah ku sebener nya?” gumam nya. Kemudian ia mendapat 1 pesan masuk, dan ternyata dari kakak perempuan Indra lagi. Kali ini isinya membuat Stellar “ shock”, diam tanpa kata.

Ternyata Indra selama ini menderita penyakit ginjal, tepatnya gagal ginjal. Sekarang penyakit nya sudah semakin parah. “APA?!! Kenapa aku bisa sampe ngak tau Indra punya penyakit kronis!! Kenapa Indra ngak perna cerita!!”, sesal Stellar. Satu lagi hal yang mengejutkan Stellar, ternyata selama ini Indra menyukainya. “Oh, Tuhan... Dosa apa yang telah ku perbuat sampai Kau berikan cobaan yang sangat berat kepada hambamu ini.. Bantu aku Tuhan.. Aku tak sanggup.. Hikkss..”, Stellar meluapkan air matanya.

“Drtt dertt” getar dari hape Stellar memecah suasana. Ternyata sms dari Aldo, pacarnya Stellar. Aldo adalah cinta pertama Stellar yang hilang dan kini Stellar dapatkan.

Stellar menjadi semakin tidak karuan, berbagai macam persoalan bergolak di hatinya. Di satu sisi, Indra adalah sahabat terbaiknya. Stellar tak akan sanggup melihat penyakit sahabatnya bertambah parah hanya karena Stellar menolak Indra. Di sisi lain, Aldo cinta pertama Stellar yang dulu tidak sempat tercapai karena Aldo sudah keburu lulus duluan, dan kini baru saja Stellar dapatkan. Apakah penantian selama ini harus lenyap dalam sekejap?

Jujur dalam lubuk hati Stellar ( yang paling dalem ), dia sayang banget sama Aldo. Tapi nurani Stellar pun merasa kasian melihat Indra. Seharian Stellar muram memikirkan mereka berdua.

Tapi hingga saat ini Stellar belum memberi tahu Aldo perihal masalah ini, karena jika Stellar memberi tahu, Aldo pasti bertengkar dengan Indra. Pastinya akan makin memperburuk kesehatan Indra.

Setelah pusing memikirkan itu seharian, akhirnya Stellar memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Aldo dan menolak Indra. Walaupun berat dan menyakitkan, tapi itu lebih baik di bandingkan harus memilih salah satu dari mereka berdua, keputusan ini mungkin akan melukai hati mereka berdua. Tapi apalah daya, nasi telah menjadi bubur.

Pukul 06.30, datang kabar mengejutkan dari keluarga Indra. Ternyata Indra telah menghembuskan nafas terakhirnya. Stellar mematung tak percaya dengan kenyataan. “Aku belum sempet minta maaf sama Indra, belum perpisahan sama dia, Kenapa Tuhan uda ngambil dia duluan?!”, tangis Stellar penuh sesal, ia menangis tak karuan memecah pagi yang dingin. Perasaan sedih dan menyesal memenuhi batin nya.

Ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini kan abadi untuk selamanya

Sahabat baiknya telah pergi untuk selamanya. Kini yang ada hanyalah berbagai macam kenangan bersama Indra, konyol, seneng, sedih semua kenangan yang akan terus Stellar simpan di hatinya. Dan Aldo, saat itu juga putus dengan Stellar. Namun Stellar janji apapun yang terjadi, Aldo akan selalu di hatinya.

Maafkanlah aku bila
Ku tak bisa
Memilih antara kamu dan dia

Tapi dengarlah ini
Hati ini berjanji
Apapun yang terjadi nanti
Kau akan selalu di hati

Kau takkan tahu
Aku pun terluka saat meninggalkan mu
Aku pun merasakan itu

Rabu, 16 Februari 2011

Kisah di Taman Suropati

Teman....Lihatlah
Apabila Hati tak tak lagi bicara
teman...di mana
nurani yang kan membuka mata

Tinggalkan masa kelam yang telah terlewati
Wujudkan satu impian damai jadi nyata

Bayangkan kita bersama
Bersatu walau ada beda
Singkirkan semua
Dendam prasangka
hadirkan satu keyakinan akan hidup ini
Terasa lebih indah
Jika berjalan dalam harmoni
*lagu yang paling gw suka*
Teringat tentang sebuah tempat bernama taman suropati


Tempat ini mengingatkanku akan sebuah kisah persahabatan yang indah.
Sebuah persahabatan yang tak kenal pamrih
Sebuah persahabatan yang mungkin dikenal sebagai 'tak lekang oleh waktu'

Meskipun akhir2 ini aku amat meragukan 'persahabatan yang tak lekang oleh waktu itu'
karena ini adalah kali ketiga seorang sahabat pergi dan membuktikan bahwa 'persahabatan yang tak lekang oleh waktu' itu hanya fatamorgana belaka.

Aku pun terbangun dari mimpiku dan khayalan konyol itu. Karena aku tahu, setiap orang berhak untuk pergi dan memilih tempat di mana ia bisa bertahan,

Lalu aku pun teringat akan taman ini, taman yang mengingatkanku bahwa memang 'persahabtan yang tak lekang oleh waktu' itu masih ada di muka bumi ini. Taman itu adalah saksi nyata, bahwa aku masih bisa untuk percaya dengan kenangan yang tak tergantikan itu.
Keikhlasan
Perjuangan
Pengorbanan
Kasih dan Sayang
Kepercayaan
Taman Suropati mengingatkanku kembali akan semua itu.

Tahukah...? tingkat terendah dari ukhuwah adalah  husnudzan
Tingkat tertinggi adalah Itsar

Lalu, aku pun baru menyadari, bahwa itulah yang kudapatkan dari saudara2ku yang mengukir kenangan di salah satu tempat di sudut kota kelahiranku itu.

Sayang, aku tak bisa menyebutkan nama mereka satu per satu.
Kalau bisa, sangat ingin kulakukan. Dan sangat ingin kuumumkan kepada dunia, bahwa aku begitu mencintai mereka...karena cinta ALLAH pada kami dan karena cinta kami pada ALLAH.

Untuk sahabat2ku, saudara2ku yang luar biasa.
Sungguh, suatu rasa syukur yang tak terhingga mengenal kalian. Meski harus berkali-kali tertatih. Tapi semua rasa letih pergi tak bersisa saat ingat betapa besar dukungan yang diberikan.

Tak banyak yang bisa membuktikan sebuah 'persahabatan yang tak lekang oleh waktu'. karena aku pun baru saja menyadari bahwa tidak semudah itu rupanya.

Terkadang merasa sendiri
Terkadang merasa sepi

Tapi, masa2 di taman suropati mengingatkanku bahwa sesungguhnya masih ada orang di dunia ini yang menghargai persahabatan.
Kusebut persahabatan kami...
'persaudaraan yang tak lekang oleh ruang dan waktu.....sampai saat kami dipertemukan kembali di syurgaNya'

I'm just me


when people talk about love
I'm still left thinking of a lost past

when people are so eager to talk about their dreams
I'm still here,  re-arrange debris of hopes that had collapsed

When people are so vibrantly to reach what they want
I still did not move in search of what my heart would expect

Yes ... I am not like them
a gallant flying over the sky like a hawk
ford the ocean without fear

I'm just me

although they are so awesome
I do not have to be them right?

Because I'm just me
having my own dreams
having my own love story

although so long my step

I must have arrived

on my own adventures

Beli Sinyal 2


inilah cerita sahabat kita yang di ujung sana, ditanah papua..
Pada suatu hari, pace Obed de turun ke kota di Wamena, pace de ada mau beli hape. sesampainya pace di sana pace langsung ke konter hape,

Obed : "Mbak ada hape kha?"
Penjual : "Iya ada. Bapak mau beli yang merek apa?"
Obed : "Sa mau yang pas di kasih nyala ada bunyi "teteneng, teteneneng, neng" ( dengan menirukan nada nokia)
Penjual : "Oh, nokia pak!"
Obed : "Yo! itu sudah!"
Penjual :"Kartu bapak?"
Obed : "Ya makanya sa juga mau beli itu juga!"
Setelah transaksi selesai, pace obed langsung naik gunung ke de pu desa. Tetapi, esoknya pace datang lagi,
Obed : "Mbak! ni de pu hape kenapa pas sa coba teleon bunyinya tiittiit... putus sa coba lagi, putus lagi, ni bagaimana Mbak?"
Penjual : "O, mungkin gak ada sinyal, bapak rumahnya dimana?"
Obed : "Di gunung sana!"
Penjual : "O pantas, disana gak ada sinyal!"
Obed : "Kalo begitu sa beli sinyal 2!"

Tips Mengobrol Bagi Si Pemalu


banyak diantara kita yang takut bila berhadapan dengan kaum hawa atau sebaliknya, termasuk saya..hehe (g' juga')!! tapi begitulah faktanya ketika berbicara atau ngobrol menjadi tantangan tersendiri baginya. untuk itu tips ini mungkin bisa membantu anda.

Kuasai rasa malu Anda saat berbicara dengan orang lain, khususnya orang yang Anda sukai, Untuk menyukseskan usaha tersebut, diperlukan beberapa kiat sebagai berikut.

1.Berlatih
Cobalah berlatig dahulu dengan yang mudah diemui sehari-hari. Ajaklah orang-orang yang Anda temui untuk mengobrol. Misalnya kasir swalayan saat Anda membeli makanan, ataupun orang disamping Anda saat di bus diperjalanan menunju ke kantor. Dengan membiasakan mengobrol dengan orang-orang sekitar, perlahan tapi pasti sifat pemalu Anda akan berkurang.

2.Baca, Baca dan Baca
Perluas pengetahuan Anda dengan membaca. Mulai dari koran, majalah hingga artikel-artikel yang bisa Anda temukan di internet. Dengan begitu, maka Anda dapat memperluas bahan perbincangan Anda nantinya.

3.Dear Diary
Tuangkan pengalaman Anda tentang perbincangan yang menarik dalam jurnal harian. Anda bisa membacanya sekali-kali untuk mengingatkan pengalaman menarik yang Anda miliki dan Anda bisa berbagi dengan orang lain yang Anda ajak ngobrol.

4.Berlatih di Depan Kaca
Untuk meningkatkan kualitas diri, Anda bisa berlatih di depan kaca. Perhatikan gaya bicara saat berbicara. Pastikan Anda terlihat cukup ekspresif saat berbicara. Kebanyakan orang suka dengan gaya bicara yang ekspresif.

5.Coba Hal Baru
Sama seperti membaca, mencoba hal baru akan membuat pengalaman baru bagi Anda. Mencoba restoran baru yang sedang hits atau pergi ke tempat yang belum pernah Anda kunjungi membuat wawasan Anda semakin luas.

6.Jadilah Pendengar yang Baik
Saat seseorang menceritakan kisahnya kepada Anda, sebaiknya dengarkan dengan seksama. Berikan sedikit tanggapan positif tanpa terkesan mengguruinya. Hal ini sangat baik bagi membangun imej diri untuk terlihat lebih baik.

Ketika Anda sudah mahir dalam mengajak orang lain mengobrol, maka Akan mudah bagi Anda untuk mendekati orang yang Anda sukai. Selain itu, Anda kan terlihat lebih menarik bagi orang tersebut karena wawasan dan pengalaman yang Anda miliki. Selamat mencoba!

ucok sakit perut


Seteleh tamat SMU di Aek Kanopan, Uccok memutuskan merantau karena tidak memiliki biaya untuk meneruskan kuliah, plus ditambah otak yang pas-pasan.

Orang tua Ucok memberi ongkos sekali jalan Rp.100.000, karena keuangan yang terjepit. Ucok memilih merantau ke daerah Pekan Baru.

Di Kota Pekan Baru, Ucok tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, setelah lima hari disana, uang sisa ongkos sudah habis, saudara tidak ada.

Singkat Cerita Ucok rela jadi Kernet (Kondektur) alat berat Eskapator ke hutan untuk membuka lahan garapan, nama operator alat beratnya, Sidabutar.

Sesampainya di Hutan, banyak juga orang yang kerja di sini! gumam Ucok dalam hati! dan dia tidak menemukan Toilet untuk MCK yang ada adalah lahan hamparan Luas, Mereka pun buat beskem untuk berteduh dimalam hari.

Karena mereka baru turun (masuk) dari kota ke Hutan, orang-orang yang ada dihutan memutuskan untuk Tidur Bareng di Beskem yang dibangun oleh Sidabutar dan Ucok sambil cerita-cerita.

Pada malan hari, kira kira jam 2 pagi, Sardi (orang yang mereka temui dihutan) sakit perut, dan memutuskan untuk buang air dibalik pohon yang besar dekat beskem mereka.

Secara kebetulan, jam 2 lewat 3 menit, Uccok juga sakit perut, dan bergegas keluar beskem untuk buang juga, dan Uccok memutuskan untuk buang di balik pohon yang sama dengan Sardi, Karena pohonnya besar dan agak rimbun gelap, Uccok ingat pesan orang tuanya dikampung, ( kalau mau buang air kecil/besar, harus permisi dengan kata Sattabi ditempat yang baru), begitu Uccok dekat dengan pohon itu, Uccok buka celana, dan berkata..

Uccok : "Sattabi Oppung dipangisi ni luat on" ( Permisi kepada pemilik wilayah ini). karena Sardi masih dibalik pohon, Sardi menjawab dari balik pohon...

Sardi : "Dang Boi ( Gak boleh)..!"

Seketika itu juga, Sakit perut Ucok sembuh, yang ada Ucok ketakutan, karena dia mengira pohon itu menjawab, karena tidak tahu kalau sebelum dia, Sardi sudah lebih dulu Jongkok disana, segera balik ke Beskem dengan pucat pasih dan langsung tidur.

Besok paginya baru cerita, dan semua temannya terbahak-bahak setelah Sardi cerita juga.

Rabu, 09 Februari 2011

persahabatan nakodok dan nakular

Tersebutlah di sebuah rawa, tinggal berseberangan keluarga ular dan kodok. Masing-masing mempunyai anak yang diberi nama Nakular dan Nakodok. Suatu hari, secara tidak sengaja mereka bertemu untuk pertama kalinya.
“Hai, kamu ini siapa? Kok badanmu panjang?” tanya Nakodok kepada Nakular.
“Hai juga. Memang beginilah keluarga kami, panjang dan licin. Namaku Nakular. Kamu siapa? Kenapa badanmu bulat begitu, dan, eh, kamu kok tidak punya ekor?”
“Namaku Nakodok. Memang beginilah keluarga kami, perut buncit, punggung besar, dan tidak punya ekor. Lucu yah?” jawab Nakodok.
Setelah saling sapa, mereka pun dengan cepat menjadi kawan yang kompak dan akhirnya bersahabat. Sebagai sahabat baru, mereka larut dalam kegembiraan dan bermain sepanjang hari. Saking asyiknya, mereka tidak sadar sudah berada jauh dari rumah.
Hari berangsur petang. Orangtua Nakular dan Nakodok mulai cemas karena tidak biasanya anak mereka pulang sesore ini. Mereka mencari ke tempat-tempat dimana anak mereka biasa bermain, namun tidak ketemu.
Menjelang malam, Nakodok kembali, dan amarah sang Ibu langsung menyambutnya. “Kamu dari mana seharian, hah! Tahu nggak, kami sudah mencarimu ke mana-mana?”
Nakodok yang masih diliputi keceriaan bercerita dengan antusias. “Oh, hari ini aku ketemu teman baru. Namanya Nakular. Dia lucu sekali. Badannya panjang, meliuk-liuk, bisa berdiri seperti per, dan dia juga bisa melingkari tubuhku, geli tapi enak.”
Tetapi reaksi yang didapat Nakodok sungguh di luar dugaan. “Gila lu, kamu hampir mencelakakan dirimu! Tahukah kamu siapa mereka? Mereka adalah keluarga ular. Mereka itu pemakan kodok, tahu? Untung dia masih kecil kamu tidak dimakannya. Coba kalau ketemu bapaknya atau ibunya, kamu pasti sudah ditelan. Mereka dan kita musuh bebuyutan, dari zaman dulu ampai kiamat. Jadi, mulai besok kamu tidak boleh bermai- main ke sana lagi, ya!”
Nakodok hanya bisa terkejut dan menangis. Tidak pernah dia mengira bahwa persahabatan sehari mendatangkan amarah yang luarbiasa.
Di tempat lain, Nakular yang baru tiba di rumah langsung dicerca ibunya. “Kamu dari mana, hah? Pergi sampai lupa waktu.”
“Oh… tadi aku bermain-main, Ma. Aku dapat teman baru, namanya Nakodok. Dia lucu sekali. Badannya bulat, perutnya buncit, matanya besar dan bening. Tadi aku naik ke punggungnya, licin dan geli karena lendirnyabanyak. Asyik deh. Besok aku sudah janjian mau main bersama lagi.”
“Gila kamu! Tahukah kamu bermain dengan siapa?”amarah sang ibu menggagetkan Nakular. “Dia adalah keluarga kodok, tahu, mereka itu makhluk jelek yang ditakdirkan untuk makanan kita. Mau ditaruh dimana martabat keluarga kita seandainya ada yang melihat kamu bermain dengannya? Mulai besok, kamu tidak boleh bermain-main dengan dia!”
Sejak itu Nakular dan Nakodok tidak pernah bermain lagi. Kalaupun kebetulan saling melihat dari jauh, mereka memalingkan muka dan menjauh dari sahabat yang pernah akrab sehari.
*****
Permusuhan dan pertentangan antara satu pihak dengan pihak lain sering kali merupakan warisan turun-temurun. Namun, jauh di lubuk hati setiap makhluk, sesungguhnya ada panggilan hati untuk saling berkawan akrab. Perasaan itulah yang dialami Nakodok dan Nakular dalam cerita di atas.
Secara alamiah kita terpanggil oleh jiwa yang murni untuk mengulurkan tangan dan persahabatan kepada siapa saja. Melalui perkawanan dan persaudaraan niscaya pengalaman-pengalaman yang menyenangkan, menguntungkan, dan membawa sukses akan kita peroleh.
Sayang Nakular dan Nakodok tidak mendengarkan panggilan hati mereka untuk bersabahat. Mereka lebih menuruti pesan-pesan orang tua yang sesungguhnya mesti diperiksa dan dikaji lagi.
friendship
friendship
Marilah mengulurkan tangan dan hati yang tulus untuk berkawan dan bersahabat dengan siapa pun.

Rabu, 19 Januari 2011

ARTI SEBUAH KEHIDUPAN

Arti Sebuah Kehidupan

Kehidupan memang serba misteri.Sehingga tak banyak orang yang tahu tentang arti sebuah kehidupan.
Untuk apa kita hidup ?
Apakah hidup hanya untuk makan, minum dan bergaul dengan sesama aja ?
Apakah hidup hanya untuk mendapatkan materi dan pengakuan saja ?
apakah hidup hanya untuk mendapatkan cinta dan mencinta saja ?

Tapi izinkan aku memberikan sesuatu yang mungkin bisa jadi renungan kakak,teman,sahabat,adik,ibu2,bapak2...semuanya deh

Sedikit iklan dulu mau lewat....


APA SIH ARTI KEHIDUPAN INI....?
" hidup itu adalah untuk mati....."
Mati hakekat adalah awal dari pengenalan kita terhadap yang maha hidup,
Hidup adalah sebuah sandiwara yang mana kita adalah hanya sebuah wayang yang digerakkan oleh sang dalang, terserah dalang mau memerankan kita seperti apa.

Hidup itu sebuah skenario yang telah ditakdirkan buat kita.sejak kita lahir dari alam rahim ke alam dunia ini. kita bisa hidup karena ada yang menggerakkan, karena ada pinjaman dan titipan segala sifat dan perbuatan sang maha hidup.tanpa dia kita tidak berdaya sedikitpun.

Hidup memang untuk sebuah kematian.kematian yang membawa kita pada kekekalan.kematian yang membuat kita tahu untuk apa kita hidup.
Renungkanlah mudah-mudahan dengan perenungan dan niat yang tulus dapat membawa kebaikan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger